Network 1: Peer to Peer

Februari 4, 2008

Network 1: Peer to Peer Thursday, July 31 2003 @ 05:02 AM UTC
Contributed by: Kocil

Network komputer berkembang sesuai besarnya kantor. Pada beberapa artikel berikut kita akan coba bahas evolusi network dari kecil dan perlahan-lahan membesar.

Jaringan Peer to Peer
Biasanya, anda mulai merasa perlu network saat dikantor ada sekitar lima komputer dan hanya punya satu printer. Tiap kali mau print, harus simpan data ke disket, lalu pindah komputer. Teman yang pas kerja di komputer berprinter juga jadi terganggu. Sudah begitu, saat dokumen dibuka di komputer lain, formatnya berubah semua. Kesel nggak ?

Dalam kondisi tersebut, layanan (service) network yang anda idamkan adalah:

  • File Sharing: Untuk menyalin file dari satu komputer ke komputer lain.
  • Printer Sharing: Agar anda dapat mencetak dari semua komputer ke satu printer tertentu.

Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan model jaringan peer-to-peer. Di sini, tiap komputer dapat menjadi server, yaitu penyedia layanan. Misalnya saja, server yang punya printer bisa terima cetak dokumen dari mana saja. Sementara itu yang punya harddisk besar, bisa terima menyimpan file. Tiap komputer yang akan memakai layanan tersebut, harus menjadi client.

Untuk membangunnya, langkah pertama tentu saja siapkan jaringan anda. Silahkan beli dan pasang perangkat keras yang perlu, lalu desain alamat IP intranet. Misal gunakan 10.0.0.1 – 10.0.0.254, netmask 255.255.255.0 (disingkat 10.0.0.0/24). Selanjutnya, anda perlu pasang sistem operasi yang mampu layanan peer-to-peer network di tiap komputer. Dalam hal ini anda bisa pakai Windows maupun Linux.

Keluarga Windows yang mendukung model ini adalah Windows for Workgroup, Windows 95/98/XP, maupun Windows NT/2000/2003 workstation. Agar suatu komputer jadi server, aktifkan layanan “File and Print Sharing”, lalu tentukan folder dan printer yang akan di-sharing. Sementara itu di sisi client, aktifkan layanan “Client for Microsoft Network”. Si client akan bisa memakai Network Neigborhoud untuk mengakses folder di komputer server, dan juga pakai printer di server. Layanan ini tersedia dengan seragam di semua versi Windows.

Sementara itu di Linux, filosofinya agak berbeda. Layanan hanyalah tambahan pada sistem operasi yang dijalankan sebagai daemon. Jadi anda bisa pakai distro Linux apa saja, versi berapa saja, yang penting aktifkan daemonnya. Susahnya, atau lebih tepat enaknya, untuk layanan yang sama anda punya banyak pilihan daemon !

Untuk file sharing, anda bisa pakai daemon NFS (Network File System) atau SAMBA. NFS khusus untuk file sharing antar *nix. Kalau pakai SAMBA, anda bisa sharing file antara Linux/Windows. Sementara itu untuk printer sharing, anda bisa pakai daemon lpr, klasik untuk semua *nix. Kalau mau sharing Windows/Linux, pakai SAMBA.

Jadi demikianlah. Dengan jaringan peer-to-peer, masing-masing karyawan kantor bisa kerja di komputer sendiri, hanya perlu beranjak ke printer jika mau ambil hasilnya. Namun kemudian, komputer di kantor makin banyak, demikian pula karyawannya. Nah, pusinglah urusan alamat/nama komputer dan juga nama/password pemakai. Anda perlu naik tingkat ke jaringan berpusat.


Chating tanpa Installasi software ym,jaber.dll…..

Desember 18, 2007

apa bila di komputer kita tidak terinstall software untuk chat dikarenakan adanya larangan chat pada jam kerja atau di kantor kita, jangan kuatir kita masih bisa menggunakan meebo. meebo adalah : salah satu web site yang menyediakan layanan messanger tanpa menginstall software messanger. kita bisa klik link dibawah ini apa bila kita ingin menggunakanya http://wwwm.meebo.com selamat mencoba semoga membantu……..D


belajar jaringan komputer

Desember 18, 2007

Pengertian manajemen keuangan

Desember 18, 2007

Manajemen keuangan adalah manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan.

 

Fungsi – fungsi manajemen keuangan :

1. Investment decision : keputusan penggunaan dana atau pengalokasian dana.

– Jangka pendek : penggunaan dana untuk pengoperasian perusahaan.

– Jangka panjang : investasi dalam aktiva tetap.

2. Ficancial decision : keputusan dengan pemilihan sumber dana.

– Melalui penerbitan saham

– Melalui hutang saham.

3. Deviden decison : untuk menentukan apakah dana yang diperoleh dan dihasilkan operasi

akan dibagikan kepada pemegang saham atau investasi kembali.

 

Tujuan manajemen keuangan : adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan.

 

Manfaat manajemen keuangan adalah untuk memahami tentang apa yang terjadi disekeliling kita untuk menyelesaikan masalah-masalah praktis dan juga menjelaskan berbagai fakta dan informasi.

 

Fungsi seorang manajer keuangan adalah :

1. Menganalisa dan merencanakan pembelanjaan perusahaan.

2. Mengelola penanaman modal dalam aktiva.

3. Mengatur struktur finansial dan struktur modal.

 

Modal Kerja

 

Modal kerja adalah modal yang digunakan oleh perusahaan sebagai biaya operasi perusahaan yang perputaran kasnya kurang sari satu tahun melalui hasil penjualan produksinya.

 

Konsep modal kerja :

1. Konsep kuantitatif (modal kerja bruto) : merupakan jumlah keseluruhan aktiva lancar.

2. Konsep kualitatif (modal kerja netto) : merupakan kelebihan aktiva lancar atas hutang lancar.

3. Konsep fungsional : merupakan fungsi aktiva pada dana dalam menghasilkan pendapatan.

 

Potential working capital adalah dana yang nantinya dapat diuangkan dengan mudah.

 

Jenis modal kerja :

1. Modal kerja permanen (permanen working capital) : adalah modal kerja yang harus terus ada pada

perusahaan untuk dapat terus menjalankan fungsinya.

Modal kerja permanen dibedakan menjadi :

a. Modal kerja primer : modal kerja minimum yang harus ada pada perusahaan untuk menjamin

kontinuitas perusahaan.

b. Modal kerja normal : modal kerja yang diperlukan untuk menyelenggarakan luas produksi.

2. Modal kerja variabel : modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan perubahan

keadaan.

Modal kerja variabel dibedakan menjadi :

a. Modal kerja musiman : modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah yang disebabkan fluktuasi

musim.

b. Modal kerja siklis : modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah karena fluktuasi konjungtur.

c. Modal kerja darurat : modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah karena keaddaan darurat yang

tidak diketahui sebelumnya.

 

Penentuan besarnya kebutuhan modal kerja tergantung pada besar kecilnya :

1. Periode perputaran/periode terikatnya modal kerja : merupakan keseluruhan atau jumlah dari

periode yang meliputi jangka waktu pemberian kredit, pembelian, penyimpanan bahan baku dan

jangka waktu penerimaan piutang.

2. Pengeluaran kas rata-rata tiap hari : merupakan pengeluaran kas rata-rata setiap harinya untuk

keperluan pembelian bahan mentah, bahan pembantu, membayar upah dan biaya lain.

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya investasi dalam hutang :

1. Volume penjualan kredit

2. Syarat pembayaran kredit

3. Ketentuan pembebasan kredit

4. Kebijaksanaan dalam pengumpulan piutang

5. Kebiasan membayar para langganan

 

Likuiditas adalah kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansilnya yang segera harus dibayar (hutang jangka pendek).

 

Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk membayar semua hutangnya, baik hutang jangka pendek maupun hutang jangka panjang.

 

Rentabilitas adalah mengukur kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba yang efektif.

 

Rentabilitas ekonomi adalah membandingkan antara laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing.

 

Cara mempertinggi rentabilitas :

1. Memperbesar profit margin :

a. Menambah biaya operasi sampai tingkat tertentu dengan mendapatkan tambahan penjualan

sebesar-besarnya.

b. Mengurangi penghasilan dari penjualan sampai tingkat tertentu dengan mengurangi biaya

operasi sebesar-besarnya.

2. Memperbesar Turn Over of Assets :

a. Menambah modal usaha sampai tingkat tertentu dengan tambahan penjualan yang sebesar-

besarnya.

b. Mengurangi penjualan sampai tingkat tertentu dengan mengurangi modal usaha sebesar-

besarnya.

 

Rentabilitas modal sendiri adalah kemampuan perusahaan dengan modal sendiri yang bekerja untuk menghasilkan keuntungan.

 

Penilaian resiko (5C) :

1. Character

2. Capacity

3. Capital

4. Collateral

5. Condition

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya persediaan kas minimal :

1. Perimbangan antara kas masuk dengan kas keluar.

2. Penyimpangan atas aliran kas yang diperkirakan.

3. Adanya hubungan baik dengan bank.

 

Budget kas adalah estimasi terhadap posisi kas untuk suatu periode tertentu yang akan datang.

 

Tujuan penyusunan budget kas adalah untuk mengetahui :

1. Posisi kas sebagai hasil rencana perusahaan.

2. Kemungkinan adanya surplus/defisit karena operasi perusahaan.

3. Besarnya dana serta kapan saat dana dibutuhkan untuk menutup defisit kas.

4. Saat kapan kredit harus kembali

 

Capital budgeting adalah proses perencanaan dan pengambilan keputusan mengenai pengeluaran dana, dimana jangka kembalinya melebihi satu tahun.

 

Arti penting capital budgeting :

1. Dana yang dikeluarkan terikat untuk jangka waktu panjang.

2. Investasi dalam aktiva tetap menyangkut harapan terhadap hasil penjualan dimasa yang akan

datang.

3. Pengeluaran dana tersebut meliputi jumlah besar.

4. Kesalahan dalam pengambilan keputusan tentang pengeluaran modal tersebut mempunyai akibat

panjang dan berat.

 

Metode Penilaian Investasi

 

1. Payback Period adalah suatu periode yang diperlukan untuk dapat menutup kembali pengeluaran

investasi dengan menggunakan proced atau aliran kas netto (net cash flow)

2. Net Present Value (NPV) adalah menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan nilai

sekarang penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang.

3. Internal Rate of Return (IRR) adalah menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang

investasi dengan nilai sekarang penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang.

4. Profitability Index (PI) adalah menghitung perbandingan antara nilai sekarang penerimaan kas

bersih dimasa yang akan datang dengan nilai sekarang investasi.

5. Cost of Capital (COC) adalah untuk mendapatkan besarnya biaya yang secara riil harus ditanggung

perusahaan untuk memperoleh dana dari berbagai sumber.

6. Portfolio adalah sekumpulan surat berharga dalam berbagai kesempatan investasi.

 

Asumsi Portfolio :

1. Tersedianya informasi mengenai pasar surat berharga.

2. Investasi tidak menyukai resiko.

3. Pengukuran resiko keuntungan dalam bentuk kurva normal distribusi probabilitas

 

Bentuk Efek (Surat-surat berharga ) :

1. Obligasi : adalah surat pengakuan hutang yang dikeluarkan oleh pemerintah atau lembaga sebagi

pihak berhutang yang mempunyai nilai nominal tertentu dan kesanggupan untuk membayar bunga

secara periodik atas dasar prosentasi tertentu.

2. Saham Preferen : adalah saham yang disertai dengan preferensi tertentu diatas saham biasa

dalam hal pembagian deviden dan pembagian kekayaan dalam pembubaran perusahaan.

3. Saham Biasa : adalah pemegang saham akan mendapatkan deviden pada akhir tahun pembukuan

hanya jika perusahaan mendapat laba.

 

Struktur Modal adalah perbandingan antara modal asing dengan modal sendiri.

 

Struktur Modal Optimal adalah struktur modal yang dapat meminimumkan biaya modal rata-rata.

 

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal :

1. Tingkat bunga

2. Stabilitas pendapatan

3. Susunan aktiva

4. Kadar resiko dari aktiva

5. Besarnya modal yang dibutuhkan

6. Keadaan pasar modal

7. Sifat manajemen

8. Besarnya luas perusahaan

 

Sumber Penawaran Modal Menurut Asalnya :

1. Sumber interen : adalah modal yang dibentuk atau dihasilkan dalam perusahaan, seperti laba yang

ditahan dan akumulasi penyusutan.

2. Sumber eksteren : adalah modal yang berasal dari kreditur, pemilik dan stakeholder lain. Dari

kreditur disebut modal asing dan dari pemilik disebut modal sendiri.

 

Sumber-Sumber Dana Eksteren :

1. Supplier : adalah penjualan kredit dengan jangka waktu pembayaran kurang dari sati tahun.

2. Bank : adalah lembaga yang memberikan kredit.

 

Sumber Penawaran Modal Dengan Cara Terjadinya :

1. Tabungan dari subyek ekonomi

2. Pencipta uang atau kredit bank

3. Intensifikasi dari penggunaan uang

 

Penilaian Penggunaan Kredit Oleh Bank (3R) :

1. Return : adalah menunjukan hasil yang diharapkan dpat diperoleh dari penggunaan kredit.

2. Repayment Capasity : adalah menilai kemampuan perusahaan pemohon kredit untuk membayar

kembali pinjaman pada saat harus dilunasi.

3. Risk Bearing Ability : adalah menilai apakah perusahaan pemohon kredit cukup mampu menanggung

resiko kegagalan dalam penggunaan kredit.

 

Pasar Modal

 

Pasar modal adalah pertemuan dua kelompok yang saling mengisi yaitu calon investor dan para pengusaha yang membutuhkan dana jangka panjang.

 

Fungsi Pasar Modal : adalah mengalokasikan secara efisien arus dana dari unit ekonomi yang mempunyai surplus kepada unit yang mempunyai defisit tabungan.

 

Modal Asing : adalah modal yang berasal dari luar perusahaan merupakan hutang yang suatu saat dibayar kembali.

 

Jenis-Jenis Modal Asing :

1. Hutang jangka pendek : adalah hutang yang jangka waktunya paling lama satu tahun.

a. Kredit rekening koran

b. Kredit dari pinjaman

c. Kredit dari pembelian

d. Kredir wesel

2. Hutang jangka menengah : adalah hutang yang jangka waktunya lebih dari satu tahun dan kurang

dari 10 tahun :

a. Term loan

b. Leasing

3. Hutang jangka panjang : adalah hutang yang umumnya berjangka waktu sekitar 10 tahun yang

digunakan untuk membiayai perluasan, modernisasi perusahaan yang memerlukan modal besar.

 

Jenis-Jenis Hutang Jangka Panjang :

1. Pinjaman obligasi

2. Pinjaman hipotik

 

Pertimbangan Jangka Waktu Obligasi :

1. Jangka waktu pinjaman disesuaikan dengan waktu penggunaannya dalam perusahaan.

2. Jumlah angsuran sesuai dengan jumlah penyusutan dari aktiva tetap yang dibiayai.

 

Pelunasan Obligasi Dapat Diambil Dari :

1. Penyusutan aktiva tetap yang dibiayai.

Jenis-jenis obligasi :

a. Obligasi biasa

b. Obligasi pendapatan

c. Obligasi yang dapat ditukarkan

2. Cadangan

a. Cadangan modal sendiri

– cadangan ekspansi

– cadangan mocal kerja

– cadangan selisih kurs

– cadangan hal tak terduga

b. Cadangan modal asing

– cadangan depresiasi

– cadangan piutang ragu-ragu

– cadangan yang bersifat piutang

3. Laba yang ditahan

 

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Deviden Perusahaan :

1. Posisi likuiditas

2. Kebutuhan dana untuk membayar hutang

3. Pengawasan terhadap perusahaan

4. Politik deviden yang stabil

 

Stock Splits adalah pemecahan jumlah saham menjadi jumlah yang lebih banyak dengan mengurangi harga nominal per lembar.

 

Pembelian Saham Kembali Bisa Ditempuh Melalui :

1. Melalui pasar modal biasa

2. Melalui tender over

 

Analisa Ratio Financial Dapat Dilakukan Dengan :

1. Membandingkan rasio sekarang dengan ratio yang diperkirakan untuk waktu yang akan datang dari

perusahaan yang sama.

2. Membandingkan ratio suatu perusahaan dengan ratio perusahan lain dalam waktu yang sama.

 

Macam-Macam Ratio Financial :

1. Ratio Neraca (Financial ratio)

2. Ratio rugi laba (Operating ratio)

3. Ratio antar laporan (Financial operating ratio)

 

Macam-Macam Rasio Keuangan :

1. Ratio likuiditas

2. Rasio leverage

3. Rasio aktivitas

4. Rasio profitabilitas

 

Macam-Macam Ratio Likuiditas :

1. Current Ratio

2. Cash Ratio

3. Quick Ratio

 

Break Event Point (BEP)

 

BEP adalah suatu teknik analisa untuk mempelajari hubungan antara biaya tetap, biaya variabel, keuntungan dan volume kegiatan.

 

Titik BEP adalah volume penjualan dimana penghasilan tepat sama besarnya dengan biaya total sehingga tidak untung tidak rugi (TR = TC).

 

Asumsi BEP :

1. Biaya terdiri atas biaya tetap dan biaya variabel

2. Biaya berubah secara proporsional dengan volume produksi dan penjualan

3. Biaya tetap totalitas tidak berubah meskipun ada perubahan volume produksi/penjualan

4. Harga jual per unit tidak berubah selama periode dianalisis

5. Perusahaan hanya memproduksi satu macam produk

 

Dalam BEP jika Biaya Tetap Berubah, Maka :

1. Bertambahnya jumlah biaya tetap akan menaikkan BEP

2. Berkurangnya jumlah biaya tetap akan menurunkan BEP

 

Operating Leverage adalah kemampuan perusahaan menggunakan biaya operasi tetap untuk memperbesar pengaruh volume penjualan terhadap EBIT.

 

Financial Reverange adalah kemampuan perusahaan menggunakan kewajiban finansialnya untuk memperbesar perubahan EBIT terhadap EPS.

 

 

 


Manajemen pemasaran

Desember 18, 2007

Konsep Penjualan adalah perusahaan harus mempromosikan produk secara agresif dan gencar agar konsumen membeli.

 

Konsep Pemasaran adalah pemenuhan kebutuhan dan keinginan dan pemuasan produk kepada konsumen.

 

Konsep Pemasaran Bersifat Kemasyarakatan adalah pemenuhan kebutuhan, keinginan dan minat dari pasar sehingga mendorong kesejahteraan konsumen dan masyarakat.

 

Pasar adalah orang-orang yang mempunyai kebutuhan untuk selanjutnya dipuaskan, mempunyai uang untuk belanja dan adanya kemauan untuk membelanjakan.

 

Daur Hidup Produksi :

1.  Daur Berulang adalah dilakukan pada tahap kemunduran dengan program promosi besar-besaran.

2. Pola berlekuk adalah kehidupan suatu produk setiap kali diperbaharui.

3. Daur gaya hidup adalah cara mengungkapkan yang khusus dan mendasar dalam suatu bidang.

4. Daur mode hidup adalah gaya yang sedang populer dan berlaku dalam suatu bidang, dengan tahapan ;

    a. Tahap eksekutif

    b. Tahap peniruan

    c. Tahap mode massal

    d. Tahap kemunduran

5. Daur hidup iseng adalah mode yang muncul dengan cepat ke dalam masyarakat dan berakhir dengan cepat.

 

Manfaat Daur Hidup Produk :

1. Sebagai alat perencanaan

2. Sebagai alat pengendalian

3. Sebagai alat peramalan

 

Pemasaran (Oleh William J. Stanton) adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada meupun pembeli potensial.

 

Sistem Pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran dan faktor lingkungan yang saling memberi pengaruh dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya.

 

Konsumerisme adalah kekuatan sosial didalam lingkungan yang ditujukan untuk membantu dan melindungi konsumen dengan menggunakan hukum, modal dan tekanan ekonomi terhadap perusahaan.

 

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

1. Mendapatkan laba

2. Memperhatikan kesejahteraan karyawan

3. Memelihara lingkungan fisik

4. Kondisi masyarakat di sekitar perusahaan

 

Hak – Hak Konsumen

1. Hak atas keselamatan

2. Hak untuk diberitahu

3. Hak untuk memilih

4. Hak untuk didengar

 

Tahap – Tahap Kehidupan Produk

1. Tahap perkenalan

    Tahap ini ditandai dengan pertumbuhan yang lambat, karena :

    a. Kelambatan dalam perluasan kapasitas produksi

    b. Masalah teknis

    c. Kelemahan penyediaan produk pada konsumen

    d. Keseganan konsumen menurut pola kebiasaan yang sudah ada

    Harga juah masih tinggi, karena :

    a. Biaya produksi masih tinggi

    b. Teknologi belum dapat dikuasai sepenuhnya

    c. Biaya promosi tinggi

    Strategi pemasarannya :

    — Strategi pengambilan laba cepat : yaitu dengan harga tinggi dan promosi tinggi untuk mendapatkan laba dan

        memperbesar penetrasi pasar.

    — strategi penerobosan cepat : yaitu harga rendah dan promosi tinggi, hal ini untuk menerobos pasar dan

        memperoleh modal sendiri yang besar.

    — Strategi pengambilan laba lambat : yaitu dengan harga tinggi dan promosi rendah, hal ini untuk mendapatkan

        laba dan menekan ongkos promosi.

    — Strategi  penerobosan lambat : yaitu dengan harga rendah dan promosi rendah, hal ini untuk mendorong

        pasar cepat menerima produk tersebut dan berusaha menekan biaya-biaya sehingga diharapkan mampu

        memperoleh laba yang besar.

2. Tahap pertumbuhan

    Tahap ini ditandai dengan :

    a. Adanya pesaing baru yang memasuki pasar

    b. Perusahaan mulai memperbaiki atau menambah kelengkapan produk

    c. Harga produk cenderung tetap

    d. Kegiatan promosi mulai dikurangi

    e. Penjualan segera meningkat dengan cepat

    Strategi pemasarannya :

    — Meningkatkan kualitas serta menambah mode produk

    — Mencari segmen pasar yang baru

    — Mencari saluran distribusi yang baru

    — Mengadakan periklanan untuk menyakinkan pembeli bahwa produk perusahaan baik

3. Tahap kedewasaan

    Tahap ini dibagi tiga, yaitu :

    a. Tahap kedewasaan yang meningkat : yaitu penjualan total meningkat lambat karena permintaan dari

        langganan lama sedangkan pembeli baru hanya sedikit.

    b. Tahap kedewasaan yang stabil : volume penjualan tidak meningkat lagi.

    c. Tahap kedewasaan yang menurun : secara absolut mulai menurun karena langganan pindah ke produk lain.

    Strategi pemasarannya :

    — Modifikasi pasar :

        — Penggunaan produk yang lebih sering dan lebih banyak

        — Menaikkan penggunaan diantara pelanggan

        — Memperbaiki posisi mereknya untuk mencapai penjualan lebih besar

    — Modifikasi produk :

        — Memperbaiki kualitas

        — Perbaikan features produk

        — Modifikasi corak

    — Modifikasi marketing mix

4.  Tahap kemunduran

    Tahap ini ditandai dengan :

    a. Perubahan selera konsumen

    b. Perubahan kegiatan pesaing

    c. Kebijakan meninggalkan produk oleh perusahaan

    Strategi pemasarannya :

    — Mencari produk yang lemah : dilakukan dengan menyusun informasi yang menemukan produk mana yang

        mengalami kemunduran

    — Membangkitkan produk dengan cara :

        — Meningkatkan usaha pada variabel-variabel marketing mix yang dapat meneruskan penghasilan laba

        — Mengalihkan produk tersebut ke segmen pasar yang baru

        — Mempromosikan penggunaan yang baru dari produk

    — Meninggalkan produk tersebut, dengan cara :

        — Membiarkan atau menunggu sampai tidak ada pembeli

        — Menjual produk tersebut kepada perusahaan lain dengan lisensi

 

Segmentasi Pasar

 

Segmentasi Pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk atau jasa ke satuan-satuan pasar yang bersifat homogen.

 

Pola Segmentasi Pasar :

1. Preferensi homogen : preferensi yang sama terhadap produk

2. Preferensi tersebar : pilihan terpencar keseluruh penjuru, produk ditempatkan terpencar.

3. Preferensi mengelompok : mengelompokkan selera atau pilihan yang tegas.

 

Kriteria Segmentasi Pasar :

1. Faktor demografi

2. Tingkat penghasilan

3. Faktor sosiologis atau perilaku

4. Faktor psikologis

5. Faktor geografis

 

Sebab – Sebab Segmentasi Pasar :

1. Kebutuhan yang berbeda

2. Pola pembelian yang berbeda

3. Tanggapan yang berbeda terhadap penawaran

 

Manfaat Segmentasi Pasar :

1. Menyalurkan barang ke pasar potensial yang paling menguntungkan

2. Merencanakan produk yang memenuhi permintaan pasar

3. Menentukan cara-cara promosi yang paling efektif

4. Mengatur waktu yang sebaik-baiknya dalam usaha promosi

 

Persyaratan Segmentasi Pasar :

1. Dapat diukur

2. Dapat dicapai

3. Dapat dilaksanakan

 

Strategi Memasuki Segmen Pasar :

1. Undifferentiated Marketing :  perusahaan meninjau pasar secara keseluruhan dan memusatkan kesamaan

                                           kebutuhan konsumen dengan mengembangkan produk tunggal untuk memenuhi

                                           keinginan banyak orang.

2. Differentiated Marketing : perusahaan mengidentifikasikan kelompok-kelompok pembeli tertentu dengan

                                       membagi pasar ke dalam dua kelompok atau lebih, selain itu perusahaan membuat

                                       produk dan program pemasaran yang berbeda-beda untuk setiap segmen.

3. Concentrated Marketing : perusahaan memusatkan usaha pemasarannya pada satu atau beberapa kelompok

                                       pembeli saja.

 

Menentukan Segmen Pasar :

1. Menghitung dan menilai potensi keuntungan dari berbagai segmen yang ada

2. Mengenali luas pasar yang akan dimasuki

 

Marketing Mix adalah kombinasi dari 4 variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yaitu produk, harga, promosi dan saluran distribusi.

 

Strategi Pemasaran

 

Strategi Pemasaran adalah pendekatan unit bisnis untuk mencapai tujuan perusahaan atau mencakup keputusan pokok target pasar, penempatan produk, bauran pemasaran dan biaya yang diperlukan.

 

Penentuan Strategi :

1. Konsumen yang akan dituju

2. Kepuasan yang diinginkan

3. Marketing mix yang dipakai

 

Elemen Strategi Pemasaran :

1. Segmentasi pasar : merupakan dasar untuk mengetahui bahwa setiap pasar terdiri dari segmen yang berbeda.

2. Penentuan posisi pasar : terdiri atas konsentrasi segmen tunggal dan konsentrasi segmen berganda.

3. Strategi memasuki pasar : terdiri atas membeli perusahaan lain, berkembang sendiri, atau kerjasama.

4. Startegi marketing mix

5. Strategi penentuan waktu

 

Pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk dibelanjakan, dan kemampuan untuk membelanjakannya.

 

Macam-Macam Pasar :

1. Pasar konsumen : kelompok pembeli untuk konsumsi sendiri

2. Pasar produsen : kelompok pembeli untuk diproses

3. Pasar penjual atau pedagang : kelompok pembeli untuk dijual kembali

4. Pasar pemerintah :  kelompok pembeli yang terdiri dari kelompok-kelompok pemerintah

5. Pasar internasional : kelompok pembeli yang terdiri atas banyak negara

 

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Membeli :

1. Kebudayaan

2. Kelompok referensi

3. Keluarga

4. Kelas sosial

5. Pengalaman

6. Kepribadian

7. Sikap dan kepercayaan

8. Konsep diri

 

Macam-Macam Situasi Pembelian :

1. Perilaku responsi rutin

2. Penyelesaian masalah terbatas

3. Penyelesaian masalah ekstensif

 

Struktur Keputusan Membeli :

1. Keputusan tentang jenis produk

2. Keputusan tentang merek

3. Keputusan tentang penjual

4. Keputusan tentang jumlah produk

5. Keputusan tentang waktu pembelian

6. Keputusan tentang cara pembayaran

 

Tahap-Tahap Keputusan Membeli :

1. Menganalisa kebutuhan dan keinginan

2. Menilai sumber-sumber

3. Menentap tujuan pembelian